The evening.

The evening.

“Apa yang kamu khawatirkan sekarang?”
“Tidak, tidak ada”
“Ada yang mau kamu ceritakan?”
“Tidak juga”
“Apa yang kamu mau sekarang?”
“Aku cuma mau istirahat”

 

………………..

image

Aku terus menatap layar telpon genggamku, mencoba memastikan apa yang aku lihat itu bukan yang sebenarnya. Namun, semakin lama semakin terlihat nyata, rasanya semua suara dapat aku dengar, apa yang sedang mereka obrolkan saat itu. Bagaimana mungkin hal sesederhana ini mudah sekali aku abaikan?. Mengapa tidak mengijinkan diri sendiri untuk lebih berhati-hati?

Rasanya mual, tidak ingin makan. Yang aku inginkan hanya sampai ke rumah, bertemu dengan mamah dan memeluknya. Namun roda kereta terus berputar kemudian berhenti di stasiun berikutnya. “Perjalanan masih jauh.”

Aku melihatnya sebentar dan mengamati kiri kanan di dalam gerbong kereta.

Apa diantara mereka ada yang mengalami hal sama sepertiku? Bagaimana mereka mengatasinya? Aku ingin tahu, aku ingin belajar banyak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s