What if (2)

What if (2)

Mungkin itu pernah terjadi pada beberapa orang, mungkin kita juga pernah.. aku tidak tahu. Namun jika ini benar benar terjadi padamu, aku titip beberapa hal. Begini… meskipun sakit hati, tolong gunakan juga pemikiran kita. Dengarkan alasannya, karena aku yakin semua yang terjadi itu beralasan, berlapang dadalah untuk mendengarkan alasan mereka, obrolkan secara langsung.

Menjadi marah atau mengamuk tidak akan memperbaiki keadaan, itu hanya akan membuat kita merasa bodoh dan memang akhirnya menjadi bodoh.

Pikirkan matang matang dengan apa yang akan terjadi di kemudian hari. Kita tidak perlu meminta mereka untuk memilih, sebenernya mereka tau apa yang mereka mau, kita juga. Tapi aku sarankan,  jika awalnya saja sudah tidak baik, tolong pikirkan lagi..

memang semua orang berhak untuk kesempatan kedua. Tapi bukan berarti mereka tidak akan melakukan hal yang sama kepada kita di kemudian hari.

Dan sekarang jika itu telah terjadi, jangan memaksa untuk melupakan atau mengutuk perbuatannya. Ingat mereka juga manusia, sama seperti kita. Bisa membuat masalah. Namun apapun keputusan yang kita ambil, itu hak kita. Lengkap dengan segala hal positif dan negatifnya. Kembali lagi ke apa yang lebih baik kita lakukan setelah hal ini benar benar terjadi, tolonglah untuk tetap tenang, bicarakan dengan orang yang sangat kita percaya jika kita memang tidak bisa memendamnya sendiri, kita bisa ceritakan ke mamah, papah, atau kerabat lainnya yang kita percaya karena hanya mereka yang bisa mendengarkan kita dan bisa memberi kita ketenangan meskipun pada akhirnya kita sendiri yang membuat keputusan.

Ada beberapa hal  yang paling sulit. Memaafkan diri kita atas segala kesalahfahaman yang lalu, terutama ketidaktahuan yang membuat kita ikut terlibat di dalamnya. Kemudian, maafkanlah mereka yang mengecewakanmu. it takes time mutiiiii! .. hehe … tapi memang itu yang paling manjur, cobalah… Doakan saja supaya mereka yang membuat kita meneteskan air mata dan membuat hati  kecewa sadar tentang apa yang telah mereka lakukan, semoga hal itu tidak mereka lakukan kembali ke orang lain. Karena ga semua orang mau  menghadapi masalah dengan tenang. Apalagi urusan perasaan.  Cobain gera.. ayolah… jika kita kembali menyakitinya, apa yang membedakan kita dengan mereka?.

Mau membalas? Tidak usah. Mereka telah kehilangan kepercayaan yang kita berikan, we have nothing to lose selama kita tulus.

Jangan dipaksakan untuk membenci atau melakukan hal hal negatif lainnya. Karena, bagaimanapun, mereka pernah berbuat baik kepada kita dan telah memberikan beberapa waktunya untuk kita. Kita patut berterimakasih. Yakinlah, semuanya akan kembali baik baik saja.

Satu lagi, mulailah memperbaiki hati untuk mereka yang menyayangi kita. bersiaplah untuk membuka hati  kembali, karena tidak semua orang akan menyakiti kita. Jadi, ikhlaskanlah apa yang telah terjadi, mulai perbaiki diri dan jangan lupa untuk kembali membuka hati. Karena kita pantas untuk berbahagia lagi.

Berterimakasihlah kepada Allah Swt karena kasih sayangnya  sehingga kita diperlihatkan apa yang sebenarnya terjadi, yang telah membuat kita menjadi manusia yang lebih tegar dan berterimakasihlah kepada kedua orang tua  karena selalu mendoakan dan menjaga kita dengan doa dan kelembutannya.

image

Cheers!๐Ÿ˜‰

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s