Rangkuman Antibodi Monoklonal Sebagai Obat Kanker

Rangkuman Antibodi Monoklonal Sebagai Obat Kanker

Antibodi

Sumber : www.biology.arizona.edu
Sumber : http://www.biology.arizona.edu

Antibodi, dikenal juga sebagai imunoglobulin, protein besar berbentuk Y yang digunakan oleh sistem kekebalan tubuh untuk mengidentifikasi dan menetralisir zat asing seperti virus, bakteri, fungus, dll yang seharusnya tidak ada dalam tubuh.

 

Antibodi Monoklonal

Dengan banyaknya penderita kanker maka semakin banyak pula pengobatan yang ada, seperti terapi kanker yang berbasis pada pembedahan, penyinaran, dan kemoterapi yang mempunyai efek samping buruk dan efek tidak nyaman pada tubuh pasien.

Kelemahan utama pengobatan kemoterapi adalah tidak spesifiknya obat bekerja pada sasaran yaitu sel kanker.”

Antibodi monoklonal merupakan produk bioteknologi, yaitu antibodi monospesifik yang hanya mengikat satu epitop saja, epitop merupakan komponen penting dari imunitas tubuh. Antibodi monoklonal dapat mengenali dan mengikat antigen yang spesifik.

Proses pembuatan antiobodi monoklonal : http://fitryorenza.blogspot.com/2014/04/antibody-monoklonal.html

antibody monoklonal
sumber : http://biologigonz.blogspot.com/2009/11/bioteknologi-soal.html

 

1. Antibodi Monoklonal Murni

Antibodi Monoklonal Murni adalah antibodi yang penggunaanya tanpa dikombinasikan dengan obat lain atau material radioaktif. Antibodi ini akan mengikatkan pada antigen spesifik yang dimiliki sel-sel kanker dengan berbagai cara. Contoh : trastuzumab, tuximab, dan alemtuzumab.

2. Antibodi Monoklonal Kombinasi

Jenis antibodi ini dikombinasikan dengan berbagai jenis obat, toksin dan materi-materi radioaktif. Obat ini hanya berperan sebagai “pengantar” molekul obat langsung menuju sel kanker. Pada 2002, FDA menyetujui radiolabeled  untuk terapi kanker yakni Ibritumomab tiuxetan (Zevalin). Obat ini digunakan untuk terapi kanker B lymphocytes.

 

Beberapa contoh antibodi Monoklonal 

1. Trastuzumab

Sumber : www.mdzol.com
Sumber : http://www.mdzol.com

Trastuzumab merupakan antibodi monoklonal yang menghambat reseptor HER2 (Human Epidermal growth factor Receptor pada kanker payudara. Reseptor HER2 mampu untuk membentuk heterodimer. Bentuk heterodimer tersebut merupakan hasil dari kombinasi antara reseptor HER2 dengan berbagai reseptor lain dalam family HER, sehingga membentuk kompleks reseptor heterodimer. (Brennan PJ et al.,2000).

Trastuzumab dikembangkan oleh perusahaan biotek Genentech dan memperoleh persetujuan FDA pada bulan September 1998. Obat ini pertama kali ditemukan oleh para ilmuwan termasuk Dr Axel Ullrich dan Dr H. Michael Shepard. Di UCLA Jonsson Comprehensive Cancer Center.

Mekanisme Kerja :

Kerja Trastuzumab meliputi 3 hal, yaitu menghambat transmisi sinyal growth factor menuju nukleus, keberadaan Trastuzumab menginduksi sel imun untuk segera melakukan apoptosis pada sel kanker, dan memaksimalkan pengobatan secara kemoterapi (Nahtaet al.,2003).

Trastuzumab dapat berikatan dengan HER2 protein pada bagian ekstraseluler yang mengakibatkan HER2 protein menjadi inaktif sehingga pertumbuhan tidak terkontrol dari sel payudara terhenti. Trastuzumab bekerja dengan cara mengurangi sinyal yang dimediasi HER2 melalui PI3K (phosphatidylinositol 3-kinase) dan MAPK (mitogen-activated protein kinase) (Kute et al., 2004).

Trastuzumab juga memiliki kemampuan untuk menginduksi respon imun melalui mekanisme antibody-dependent cellular cytotoxicity (ADCC). Mekanisme ini dapat menyebabkan peristiwa apoptosis sel kanker. Keunggulan mekanisme seperti inilah yang diharapkan terjadi, karena selama ini obat kanker yang ada, menstimulasi apoptosis tidak hanya pada sel yang terkena kanker namun juga sel normal. (Clynes et al., 2000).

baca juga :http://www.herceptin.com/

 

2. Pertuzumab

Pertuzumab adalah antibodi monokonal yang sedang diteliti untuk kanker payudara HER2 tahap awal dan tahap lanjut. Obat ini disebut“HER2 dimerisation inhibitor” (HDI), penghambat pemasangan reseptor HER2 dengan reseptor lain

Breast Cancer Drug

Kombinasi pertuzumab dan trastuzumab dipercaya dapat saling melengkapi. Keduanya akan menempel pada reseptor HER2 tetapi pada bagian yang berbeda. Dengan melakukan hal ini dihipotesakan bahwa kedua antibodi ini secara kombinasi dapat secara lebih komprehensif menghambat jalur sinyal HER2 dari pada jika digunakan masing-masing secara terpisah.

baca juga : http://www.perjeta.com/

 

3. Nimotuzumab

Sumber : cienciadecuba.wordpress.com
Sumber : cienciadecuba.wordpress.com

Nimotuzumab merupakan antibodi monoklonal IgG1 dengan target Epidermal Growth Factor Receptor (EGFR) yang teroptimisasi. Nimotuzumab diproduksi oleh CIMAB S.A di Kuba.

EFGR adalah protein yang terikat pada Epidermal Growth Factor. Dalam keadaan normal, ikatan ini EGFR dengan Epidermal Growth Factor akan merangsang aktivitas enzim tirosin kinase dan kemudian mengaktifasi sejumlah molekul dalam sel, sehingga akan mengendalikan pertumbuhan sel. EGFR banyak ditemukan pada permukaan sel-sel kanker tertentu. Oleh sebab itu, EGFR dianggap sebagai komponen yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan sel kanker atau tumor.

Mekanisme kerja nimotuzumab pada dasarnya sama dengan anti-EGFR lainnya, dimana obat ini bekerja mengeblok ikatan antara EGFR dengan EGF (Epidermal Growth Factor). Berbeda dengan antibodi anti-EGFR lainnya, sifat intrinsik dari Nimotuzumab memerlukan ikatan yang bivalen untuk penempelan stabil pada permukaan sel.

baca juga : http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2715181/

 

Kesimpulan

  • Antibodi monoklonal lebih spesifik untuk terapi kanker.
  • Trastuzumab dan pertuzumab merupakan antibodi monoklonal kombinasi.
  • Nimotuzumab merupakan antibodi monoklonal murni.
  • Pertuzumab, trastuzumab, dan nimotuzumab adalah humanized monoclonal Antibody

Materi Presentasi Antibodi Monoklonal Sebagai Obat Kanker

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s