Enam Belas

Enam Belas

Enam belas

Tepatnya abis kuliah teknologi sediaan farmasi nonsteril, sekitar jam 5 aku pulang ke kosan terus siap-siap pergi ke belakang komplek buat nganter temenku beli kebutuhan bulanan, biasalah anak kost. Hehe.. soo.. ba’da sholat magrib, kami langung berangkat ke tujuan, malemnya adem banget. Di perjalanan, kami ngomongin tentang mimpi masing-masing. Dan aku tetap saja antusias sama seseorang yang bakal jadi imamku. Soalnya aku udah ga tertarik lagi sama yang namanya pacaran, Alhamdulillah sekarang udah FREE. Duh ngomongin apaan sih. Haha

“kalo aku, fi.. udah ga mau pacaran, maunya nikah. Halal”

“terus kalo ada yang lamar kamu, kamu bakal langsung nerima?”

“mau tau dia dulu atuh, fi. Ga boleh asal nerima gitu” aku terus aja cerita tentang harapanku di masa depan. Intinya aku merindukan dia yang masih menjadi misteri bagiku.

 

Selesai belanja,..

Di perjalanan pulang, kami pun terus bercerita tentang hal itu, entah kenapa aku selalu antusias, dan jika membahasnya, aku semakin merindu. Dalam hening, aku melihat jalan dengan kendaraan yang membuatnya semakin ramai, dan aku melihat seorang pengendara motor melihat ke arah kami dan aku memalingkan pandangan, diapun berlalu. 5 menit kemudian, aku dan fi melewati jembatan penghubung komplek.

muslimah_muslim_by_imantomey92-d4pox17

“maaf teh, boleh nanya?” tanya seorang lelaki disebrang jalan.

“Ke saya?” dia tersenyum dan aku menghampirinya

“mau nanya apa ya?” tanyaku

“emm.. minimarket itu di sana ya?” tanyanya sambil menunjuk ke arah yang telah aku lewati.

“oh iya, jadi dari sini aa lurus trus belok kiri, trus lurus , disana ada toserba, tapi kalo mau ke minimarketnya, tinggal belok kiri, deket da” jawabku simpul

Dia terdiam, memperhatikan arah yang aku maksud

“oh gitu, teteh rumahnya di mana?” tanyanya, aku kaget

“emm,.. aku dikomplek A” Jawabku

“oh komplek B” pungkasnya, aku hanya tersenyum, karena dia salah mengeja, maklumlah nama kompleknya hampir sama. Aku tersenyum, menunduk. Kamipun hening sejenak

“teh, boleh kenalan ga?” tanyanya. Pupilku melebar

“oh, iiiyaaaa.. boleh..”

“saya Rian” ucapnya sambil tersenyum. Dia mengenalkan diri tanpa ingin berjabat tangan. Keren!  Ini modus atau apa.. ampuuun. Aku juga tersenyum, tidak mempekenalkan diriku. Lupa sih, saking kagetnya

“teh, boleh ga saya minta no Hpnya?”

“emm,, buat apa ya?” tanyaku, mungkin dia tau maksudku

“oia, kalo pin BB?” tanyanya, diapun mengambil handphone nya, hampir siap untuk mengetik

“ga punya BB, hehe…” jawabku.. Alhamdulillah, da emang aku ga punya BB. Dia tersenyum, manis, giginya rapi

“teteh rumahnya dimana?” ya ampun, dia nanya lagi.

“komplek A”

“Oh, komplek B”

“A”

“Oh komplek A, no berapa?” tanyanya lagi.

“no 6”

“oh, komplek A no. 6” Diapun diam, aku juga ikutan, tapi sambil meperhatikan temanku yang diam disebrang jalan menantiku

“oh, makasih ya teh” katanya.

“iya sama-sama” ucapku sambil tersenyum. Diapun bersiap-siap untuk pergi, aku mendengar mesin motornya dinyalakan

“ayok, fi”

Aku memperhatikan lelaki yang sudah memutar arah kendaraannya, entah kemana dia pergi. Namun dari sana aku merasa sangat senang, aku bertemu Rian seperti bertemu dengan seseorang yang pernah ku kenal, tapi ini pertemuan perdana kami. Ucapannya yang lembut dan santun, rapi pula. Malam itu dia menggunakan jaket hitam, dengan helm putih, dan sebuah kacamata tipis dengan frame sederhana. Wajahnya bersih seperti seorang lelaki yang rajin ibadahnya, ada sebuah keteduhan di dalam hati ketika dia tersenyum. Dan aku baru sadar, dialah lelaki yang sempat melihatku ketika berpapasan tadi.

“fi, kalo kamu mau tau tipe lelakiku seperti apa, jawabannya dia” mungkin terlalu cepat menilai, namun aku percaya, semua yang terjadi tidak ada kata kebetulan, semuanya sudah diatur. Alhamdulillah sudah dipertemukan, jika ini baik, semoga Engkau ridhoi dia jadi imamku. Mau dia atau siapapun nanti, aku harap dia menyayangiku. Besar harapan untuk bertemu kembali.

TRIGYY-COM-gambar-kartun-comel-2012

Sebelum semuanya diperjelas, ayo kita pantaskan diri dihadapannya. Karena jodoh adalah cerminan kita. baiklah.. aku lega sekarang. Selamat malam…

Komplek A. Dengan sebuah kerinduan yang sederhana.

Ost : Mirror-Boyce Avenue

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s