DIA : Seseorang di luar sana.

DIA : Seseorang di luar sana.

DIA : Seseorang di luar sana.

muslimah_muslim_by_imantomey92-d4pox17

Setelah solat magrib, aku pergi ke belakang perumahan untuk membeli keperluan mingguan bersama temanku. Di sana kami banyak bercerita tentang harapan kami, sebuah harapan yang tidak hentinya bersandar di sanubari. Sambil ditemani lagu favoritku karya Letto yang berjudul Ruang Rindu, kami susuri jalanan kompleks yang seperti tidak berpenghuni sehingga percakapan kami saat itu terasa sangat tenang dan ringan.

Seringkali terlintas di pikiranku akan sosok yang selalu aku idam-idamkan menjadi calon suamiku. Aku tahu, tidak akan ada yang sempurna untuk segala hal, termasuk aku untuknya. Di pikiranku terlintas seorang laki-laki berbadan tegap, rapi dengan kacamata dan tentunya sebuah senyuman manis yang bisa membuatku mudah jatuh cinta. Aku membayangkan keluarga kecil kami adalah keluarga yang sangat islami. Beberapa kali aku bermimpi tentangnya, tentang dia yang tidak pernah sekalipun aku diizinkan untuk melihat wajahnya, hanya seberkas cahaya dengan senyuman yang menyejukkan hati. Bermula dari mimpiku yang pertama, dimana aku duduk di atas bukit di bawah pohon berdaun lebat, sangat sejuk, aku tidak sendirian, aku bersandar di pundak laki-laki yang memeluk pundakku. Namun kemudian aku terbangun, mimpiku manis. Kedua, saat itu aku masuk ke dalam sebuah rumah dan melewati pintu utama, kemudian aku duduk dan dia pergi menuju ruangan berikutnya, Yang aku lihat saat itu adalah deretan buku dan figura berisikan foto keluarga, setelah itu datang seorang wanita menghampiriku, aku mengecup tangannya. Wanita memulai pembicaraan :

“apakabar neng? Oia neng, ibu punya foto dia waktu kecil, neng mau lihat?” Tanyanya.

Aku tersenyum sambil melihatnya membawakan sebuah album foto. Kamipun melihatnya dan tertawa bersama, perasaanku sangat bahagia. Lelaki itupun datang menghampiri kami ketika aku hendak melihatnya, aku kembali terbangun. aku sangat penasaran, siapa laki-laki itu sebenarnya. Hingga 5 menit aku tidak beranjak dari tempat tidur dan terus memikirkannya sampai sekarang. Yang ke 3 kalinya, mimpiku cukup lama. Di sebuah ruangan bercat putih, aku duduk di sebuah kursi, menatap sebuah pintu yang berada jauh dari tempat aku duduk. Kemudian datang seorang laki-laki dari belakang, terjadi sebuah percakapan. Hanya inilah yang aku ingat :

aku berangakat kerja dulu ya!” ucapnya sambil memegang tangan dan mengecup keningku.

kartun-islami

Aku kaget, tersenyum, dan menunduk malu seraya mengangguk pelan. Diapun pergi menuju pintu, pintu tertutup setelah dia melambaikan tangannya 2 kali kepadaku. Dia berlalu. Sekali lagi aku tidak diizinkan untuk melihat wajahnya, wajah yang membuatku tenang dan tersipu malu. Pagi itu aku bangun diiringi gerimis yang terasa melodinya di balik jendela. Rasanya ingin bertemu kembali, melihat wajahnya dan menantikan dia pulang. Namun mimpi adalah mimpi, mimpi manis yang menjadi awal impianku untuk bertemu dengannya. Aku tidak tahu apakah aku pernah bertemu dengan dia sebelumnya. Aku berdo’a semoga dia bisa menjaga hati untuk perempuan yang selalu menantinya di sini. Semoga Allah selalu memelukmu dan menjagamu untukku…  Aamiin

Facebook

“Andai dia tahu, kerinduan ini tidak terperi. Hanya Allah yang selalu menguatkan.”-Muthia Ulfah

———————————————————–

Bandung, 16 Januari 2009 | beberapa jam lagi ujian kosmetika

sambil mendengarkan lagu Ruang Rindu-Letto

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s