Titrasi Reduksi-Oksidasi : Permanganometri

Titrasi Reduksi-Oksidasi : Permanganometri

PERMANGANOMETRI

permanganometri

Merupakan bagian dari titrasi reduksi-oksidasi dalam analisis kimia  kuantitatif, dimana larutan kalium permanganat (KMnO4) bertindak sebagai larutan baku sekundernya.

Titrasi ini berdasarkan reaksi reduksi oksidasi antara reduktor dan oksidator

Permanganometri adalah proses titrasi dimana garam kalium permanganat (KMnO4) digunakan sebagai zat standar karena kalium permanganat (KMnO4) tidak murni, banyak mengandung oksida (MnO dan Mn2O3), maka zat tersebut bukan merupakan standar primer. Standarisasi dapat dilakukan dengan beberapa reduktor, seperti : As2O3, Fe, Na2C2O4, H2C2O4.2H2O, KHC2O4, K4{Fe(CN)6}, Fe(NH4)2(SO4)2.

Pada proses titrasi permanganometri tidak perlu ditambahkan indikator untuk mengatahui terjadinya titik ekivalen, karena MnO4 yang berwarna ungu dapat berfungsi sebagai indikator sendiri ( auto indikator ).

Reaksi reduksi ion permanganat (MnO4 ) tergantung pada suasana larutan. Dalam suasana asam ion permanganat (MnO4 ) yang berwarna ungu mengalami reduksi menjadi Mn2+ yang tidak berwarna menurut reaksi :

MnO4    +   8H+   +   5e         ®            Mn2+   +   4H2O

Dengan demikian, 1 ekivalen MnO4   = 1/5 mol, atau berat ekivalen (BE) = 158/5 = 31,6. Dalam suasana asam ini dapat digunakan untuk menentukan secara langsung berbagai macam kation maupun anion, antara lain :

        Kation / anion                               Hasil oksidasi

       Fe2+, Sn2+, VO2+, H2O2                Fe3+, Sn4+, VO3, O2

           Mo3+, As3+, Ti3+, U4+                  Mo3+, As3+, Ti3+, U4+

       C2O4 2-, NO2 , SO3 2-                      CO2, NO3 , SO4 2-

Sedangkan secara tidak langsung, melalui penambahan reduktor berlebih dapat digunakan untuk menentukan : MnO4, Cr2O7 2-, Ce4+, MnO2, Mn3O4, PbO2, Pb2O3, dan Pb3O4.

Dalam suasana netral dan basa, MnO4  mengalami reduksi menjadi endapan MnO2 yang berwarna hitam, menurut reaksi :

MnO4   +   2H2O   +   3e      ®         MnO2   +   4OH

Dalam reaksi tersebut, 1 ekivalen MnO4 = 1/3 mol, atau berat ekivalen   (BE) = 158/3 = 52,7. Zat-zat yang dapat ditentukan secara permanganometri dalam suasana netral dan basa ini antara lain garam-garam Mn(II), asam format, dan garam format.

Permanganat adalah oksidator, dalam titrasi bereaksi dengan cepat, namun beberapa pereaksi membutuhkan pemanasan atau penggunaan sebuah katalis untuk mempercepat reaksi, seperti pada proses penetapan kadar asam oksalat. Kelebihan sedikit dari permanganat yang hadir pada titik akhir dari titrasi cukup untuk mengakibatkan terjadinya pengendapan sejumlah MnO2 . Hal yang perlu dilakukan untuk menghilangkan endapan tersebut adalah pemanasan yang berguna untuk menghancurkan substansi yang dapat direduksi dan penyaringan melalui asbestos atau gelas yang disinter untuk menghilangkan MnO2. Larutan tersebut kemudian distandarisasi dan jika disimpan dalam gelap dan tidak diasamkan konsentrasinya tidak akan banyak berubah selama beberapa bulan.

Proses Titrasi Permanganometri

1.  Setelah penambahan asam sulfat, larutan asam oksalat dipanaskan



2. Dilakukan proses titrasi menggunakan Kalium permanganat

3. Warna Larutan setelah titrasi

keterangan gambar : (kiri) pada titik akhir titrasi, (kanan) melebihi titik akhir titrasi

Kelebihan dan Kekurangan Permanganometri

1. kelebihan

  • mudah dilakukan dan efektif
  • tidak memerlukan indikator

2. Kekurangan

  • larutan kalium permanganat jika terkena cahaya atau dititrasi cukup lama maka mudah terurai menjadi MnO2 , sehingga pada titik akhir titrasi akan diperoleh pembentukan presipitat coklat. Oleh karena itu penggunaan buret yang berwarna gelap itu lebih baik.
  • Penambahan KMnO4 yang terlalu cepat pada larutan seperti H2C2O4 Pemberian KMnO4 yang terlalu cepat pada larutan H2C2O4 yang telah ditambahkan H2SO4 dan telah dipanaskan cenderung menyebabkan reaksi antara MnO4 dengan Mn2+. Dengan reaksi :

MnO4+ 3Mn2+ + 2H2O ↔ 5MnO2 + 4H+

Oleh karena itu pula, penambahan pentiter pada proses titrasi  harus sedikit demi sedikit, agar kesalahan dalam menentukan titik akhir titrasi dapat dihindari.

_____________________________________________________________________________________

Jalan Cagak, 16 Juni 2012 |08.40 pm

tepat di hari ulang tahunku yang tidak lebih baik dari tahun sebelumnya.

“apapun yang terjadi, mari bersukur”

Salam Semuth ^_<.

One thought on “Titrasi Reduksi-Oksidasi : Permanganometri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s