Ucapan Terimakasih

Ucapan Terimakasih

Something worth Living For-Shayne Ward, membuat sore ini semakin lembut, sedikit mengobati kegalauan hati (curcoool), hehe..
Aku ingin selalu dekat dengan semua orang yang ku sayang, yang selalu membuatku tersenyum bahkan tertawa bersamanya, membuatku berpikir dengan nasihatnya yang mungkin sedikit membuat emosiku naik seketika. My best Energy pack !

Sedikit berbagi cerita pahitku kawan, dulu perasaanku sangat labil, saaangat labil. Ketulusanku akhirnya tidak berbuah manis, sedih sekali. Ini berawal saat aku memulai kuliahku tahun ini, semuanya menjadi beda, aneh, ah kacau, mengapa? Entahlah. Layaknya seorang badut yang sedang beraksi, aku tersenyum pada teman baruku, terlihat ceria, tapi yang kurasakan kosong saat itu, aku rindu sesuatu, aku rindu seorang teman dekat untuk berkomunikasi, kalaupun aku memiliki waktu, dia tidak, begitupun sebaliknya, kalaupun ada, pasti diisi dengan berantem, yah sisi egoisku memang menyebalkan, padahal niatku pada saat itu hanya ingin melepas kerinduan lewat sebuah pesan singkat, Mungkin ini kebiasaan para perempuan disana dan umumnya para lelaki-pun tidak nyaman dengan sikap ini.

Sebuah ‘ikatan’ yang sudah terjalin cukup lama pasti menimbulkan kesan yang dalam di hati, semakin tinggi pohon, maka semakin kencang angin yang menerpa , ya memang benar. Angin-angin masalah mulai bermunculan, tapi mungkin pondasi kami saat itu sudah rapuh, dan akhirnya kerajaan yang kami bangun itu perlahan runtuh, bukan karna adanya hama pengganggu ataupun krisis kepercayaan di kerajaan kami, tapi aku masih belum bisa meruntuhkan sikap egoisku yang tidak bisa mengerti kesibukannya, dan akhirnya akupun menyerah, karena sudah sering ku coba untuk merubahnya, tapi tetap saja. Sungguh saat itu aku korbankan segenap ketulusanku (lebay), rasanya sakit sekali, memulai hidup baru tanpanya, tapi bagaimana lagi? Jika diteruskan pun, sepertinya akan lebih menyakitkan. Ya sudahlah ku coba ikhlaskan dia untuk mencari seseorang yang lebih dariku. Awww

Kupikir aku akan semakin lemah saat itu, tapi tidak.Tanpa kusadari banyak temanku yang mau menghiburku, Mamah dan kakak yang siap menjadi dokterku, dan Rani yang selalu membuatku tersenyum. Sungguh aku bersyukur memiliki mereka, I LOVE THEM. Tapi, aku masih rapuh, pernah suatu malam ku buka sebuah jejaring sosial, dan di beranda akupun terkejut, ah sedih pokoknya. Akhirnya aku mengirimkan sebuah pesan singkat kepada ‘Rani’ tentang apa yang kurasakan saat itu dengan penuh emosi, tampaknya Rani-pun perlahan mengerti yang aku maksud, dan akhirnya akupun sedikit merasa lebih baik, dan ku habiskan malam itu dengan berkomunikasi dengannya, kesimpulan yang kudapat saat itu adalah “kita tidak boleh terpuruk dengan hal itu, kita harus ingat bahwa masih ada orang yang kurang beruntung dari kita tentang hal ini, fokuslah belajar!!”. Aku merasa seperti manusia bodoh saat mendengarkan nasihatnya.

Tapi alhamdulillah, putusnya ikatan kami tidak membuatku membencinya, hanyasaja aku butuh waktu untuk memulihkan kondisi hatiku ini, hadeuuuh muti. Heehee..
Semoga bermanfaat, maaf kalo kurang enak dibaca, masih belajar nulis ini teh, hehe…
***

“tunjukkan bahwa kita mempunyai sejuta alasan untuk tersenyum”, huhuy…
Sekarangpun, kalopun aku mau bersedih, aku mikir-mikir dulu, haha…
Terimakasih banyaaak semuanya, Mamah, kakak, Rani, dan teman-temanku, kalianlah alasanku untuk tersenyum,( selain sponge bob )
THE BEST SPELL BREAKER EVEEER!!. I LOVE YOU ALL.

*********Semoga aku dapat yang lebih baik darinya di saat yang tepat, AMIN*******

Bandung, 20 Februari 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s