Mencintai Ala Naura

Mencintai Ala Naura

UNTUNG ADA COKLAT HANGAT
Sudah hampir 3 bulan berlalu, semuanya semakin memburuk dan semakin dingin bagi Naura. Semuanya memang sudah berubah.
Seorang sahabat pena-nya yang ia nanti belum juga datang, dulu, komunikasi mereka sangat lancar, hampir tidak ada hambatan, senyuman selalu terukir indah di wajahnya disaat sebuah pesan singkat dari Kiki menempati kotak masuk di hp miliknya. Naura ingat saat pertama kali Kiki menyatakan perasaannya melalui telepon tengah malam itu, jantung Naura berdegup tidak beraturan, senang tapi sangat menggores hatinya.
Akhirnya tiba pula waktu mereka untuk bertemu, meskipun tidak sehangat dulu, tapi senyuman Naura sama sekali tidak berubah, di pagi itu, di sebuah warung kecil, dia melihat seorang laki-laki menghampirinya, kemudian tersenyum, itulah Kiki, “semoga hari ini indah” Do’anya dalam hati.
11.00 am, Mereka sampai di sebuah tempat perbelanjaan, mereka telihat rigid satu sama lain, Kiki berjalan di depan Naura, layaknya dua orang asing yang tidak pernah mengenal sebelumnya, ada banyak hal yang ingin Naura tanyakan kepada Kiki, tentang perubahan yang tengah mereka alami.
Mereka pun memutuskan untuk menonton sebuah Film, sayangnya bioskop itu belum dibuka, terpaksa mereka harus menunggu, mereka berdua duduk bersanding, melihat orang-orang hilir mudik. Naura memperhatikan sebuah foto studio didepannya, “if we’re a real couple, I want to have a picture with you in this Studio” dengan sedikit tersenyum.
Naura masih ingat saat menemani Kiki makan bubur jam setengah 11 siang itu….,
“Bubur…” ucap Kiki terdengar menawarkan
“oia, silahkan” Naura tersenyum
“Kiki Cuma bilang bubur aja, ga nawarin kamu kok”
“Hehehe… haha… iya iya”
Tiba-tiba HP Kiki berbunyi, sebuah pesan singkat telah ia terima, dan Naura pun terdiam melihat nama di kotak masuknya itu, namanya terjajar hampir memenuhi layar HP Kiki, sebuah kebetulan yang menyadarkan Naura akan sesuatu, dia pun sadar dan mencoba menikmati coklat hangatnya, mungkin tuhan sudah menakdirkannya untuk memesan coklat hangat itu, karena Naura akan melihat kenyataan yang tidak dapat dipungkiri, membuatnya sedih, dia meneguk coklat itu dan semakin yakin kalau coklat bisa mereduksi kesedihannya. Terima kasih coklat hangat.
Sambil menunggu bioskop dibuka, mereka menuju sebuah toko buku, suasana masih kaku seperti biasanya, kemudian mereka berpisah, lagu -Cinta Pertama dan Terakhir- pun terdengar lembut, Naura ikut bernyanyi dalam keheningan, tanpa ada maksud apapun, hanya ingin ikut menyanyi. Itu saja.

NAURA ‘s QQ
sambil menunggu Filmnya di mulai, Kiki menuju mushola untuk sholat Dzuhur, Naura menunggu disebuah bangku empuk dengan udara yang dingin, setelah cukup lama, dia melihat Kiki berjalan mendekatinya, mereka kembali saling diam, dan akhirnya Kiki mulai mencairkan suasana, mereka membicarkan sesuatu yang cukup serius, sebuah masalah yang kompleks, rasanya sangat susah bagi Naura untuk mengeluarkan kalimat-kalimat agar Kiki mengerti, Naura menyelipkan senyuman disetiap kalimatnya, padahal dia memendam banyak alasan untuk menangis pada saat itu juga, dan beruntung, Kiki dapat mengerti semua kalimat dan tidak membaca tangisannya. Setelah itu mereka bergegas menuju studio 1 untuk menikmati hiburannya. Ada satu kalimat yang belum dimengerti Naura saat itu “ perempuan tipikal kamu hanya tinggal menunggu”.
Perasaan senang berada disamping Kiki itu sedang dirasakan olehnya, dia dapat mendengar dan melihat Kiki tersenyum, tertawa, dan terkadang mereka bercanda saat film di putar, mereka menikmati popcorn yang terasa asin bagi Naura, akhirnya film pun selesai tepat jam 3 sore, mereka berdampingan meninggalkan studio, dengan ringan mereka melangkah dan duduk kembali di tengah mall itu,
“ mau kemana lagi kita?” tanya Kiki,
“ga tau” Naura merasa Kiki menikmati apa yang telah terjadi saat itu, versi GR nya Naura sih “Kiki masih ingin terus bersama Naura”
Sesekali Naura melirik studio foto di sampingnya,
“aku pengen kita foto di studio itu” kalimat itulah yang ingin Naura ucapkan. Kembali, Naura hanya menghela nafas, dan tersenyum berharap hati Kiki dapat mendengarnya, ternyata tidak, mereka pun berlalu.

UNBELIEVABLE BUT UNDENIABLE
Mereka melanjutkan perjalanannya menuju daerah pegunungan untuk menikmati jagung bakar, akan tetapi mereka tidak menemukan tempatnya, padahal waktu sudah menunjukkan jam 4 sore. Kiki merasa lapar, tapi tempat makan yang mereka tuju belum buka, akhirnya Naura menyarankan Soto sebagai makan malam mereka, akan tetapi Kiki terhenyak, karena tempatnya sangat jauh. Sebelum itu, Kiki menceritakan tentang Yogurt yang sangat enak, mungkin itu minuman favoritnya, sayang, tempatnya sudah terlewat cukup jauh, padahal Naura ingin mencoba minuman kesukaan Kiki. Naura yang aneh mengirimkan sebuah pesan singkat kepada Kiki yang sedang mengendarai motornya menuju rumah Naura.
“ if we were a couple, I want to have a picture with you in a photo studio. Hehehe… “
Setelah membacanya, Kiki pun tersenyum dan sedikit tertawa, dan Naura ikut tertular.
Tiba di sebuah SPBU, Kiki berhenti untuk melaksanakan sholat ashar, dan Naura menunggunya disana sambil memutar sebuah Video “Someday” dari sebuah film Thailand yang berjudul A Crazy Little Thing Called Love- kesukaannya. “…. can only hope you’ll know it someday” itu sepenggal lirik favoritnya dalam bahasa inggris. Tiba-tiba sebuah sms dia terima, dari Kiki!!! Dia mengirimkan kata-kata yang sama.
if we were a couple, I want to have a picture with you in a photo studio. Hehehe… “
belum selesai untuk tersenyum, Kiki datang tanpa ekspresi sedikitpun,
“Ki, kamu forward sms aku ya?” Kiki tidak menjawab, dia memilih menggunakan maskernya. Naura pun ragu. Sepertinya Kiki salah mencet.
“ki, Mau dengerin lagu?” Naura menawarkan, Kiki kembali bungkam.
Lagu yang diberikan kiki 2 bulan yang lalu mulai dimainkan, hanya sebentar saja, Naura langsung melepaskan handsfreenya, kejadian di tempat bubur itu tadi teringat lagi. Maklum Naura
Unbelievable but undeniable, sebuah musibah menimpa mereka, Naura mendengar suara Kiki seperti tertahan sesuatu, dan akhirnya mereka terjatuh, sebuah keberuntungan bagi mereka karena tidak jatuh di tengah jalan. Naura kaget bukan main, rasanya seperti mimpi, dia mencari Kiki dan meraih tasnya yang kotor, kemudian bangkit.
“kamu ga apa-apa?” cemas Kiki kepada Naura yang nampak kebingungan
“engga, aku ga apa apa kok, Kiki gimana?” Naura melihat darah di kedua tangan Kiki, warnanya merah segar, membuat Naura lemas seketika, masih kebingungan, dia melihat wajah Kiki yang sepertinya marah, tapi itulah Kiki, tidak selalu menomorsatukan emosi dalam sebuah masalah, dia menghampiri orang yang menabrak mereka, dan akhirnya mereka menuju rumah orang tua dari penabrak itu, Naura melihat oli mengucur dari motor Kiki, Kiki terlihat kebingungan, Naura merasa bersalah karena telah meminta Kiki untuk mengantarkannya pulang.
Akhirnya mereka tiba di sebuah rumah dan duduk berdampingan, Kiki masih terlihat kebingungan, segera ia teguk minuman yang telah disajikan, dia menuju kamar mandi untuk membersihkan kotoran agar lukanya tidak terinfeksi. Dengan lirih dia usapkan tisu berisi betadine diatas tangannya yang berdarah, ingin sekali Naura yang mengusapkan tisu itu langsung, dimana Naura harus menempelkan tangan Kiki ditelapak tangannya, akan tetapi dia urungkan. Naura terkejut saat dia melihat luka yang cukup lebar di bahu kanan Kiki, Naura hampir menangis saat Kiki menahan perihnya luka itu, ini seharusnya tidak terjadi.

0 GELAS COKLAT HANGAT UNTUK NAURA
Kiki melanjutkan pembicaraannya dengan keluarga itu, Naura suka dengan cara Kiki menyampaikan apa yang terjadi, tanpa melibatkan emosi didalamnya, sesekali dia tersenyum di dalam pembicaraannya, dia memang hebat! Kemudian keluarga itu pun meninggalkan Kiki dan Naura.
Melihat Kiki menahan perihnya luka, Naura ingin sekali memeluknya, kalau bisa membagi luka Kiki dengannya, meyakinkan Kiki bahwa Naura ada di sampingnya dan tidak mau beranjak sedikitpun dari sampingnya, Meskipun bukan Naura yang Kiki harapkan di saat itu. Sungguh, Naura tidak tega melihat Keadaan Kiki, Naura semakin merasa bersalah. Naura hanya melihat Kiki, menahan kekhawatiran yang memuncak, menahan tangisannya.
“Ki, Kamu nangis?” tanya Naura menatap mata Kiki yang mulai memerah
“engga ko, hehe…”, Jawab Kiki dan menyentuh pipi kanan Naura, Naura terlihat kaget, dan memprotesnya
“kalo kamu ga kesakitan,aku pukul kau Ki!!!” gerutunya dalam hati.
Urusan motor belum selesai, karena banyak kendala yang terjadi, ini ujian bagi mereka, tapi apapun yang terjadi, pasti ada hikmahnya. Tidak terasa waktu telah menunjukkan jam 7 malam, mereka memutuskan pulang dengan Kiki menahan KTP dari salah seorang anggota keluarga itu.
Dengan menggunakan angkot, mereka berdua melanjutkan perjalanan. Naura melihat Kiki masih kebingungan malam itu,
“Ki, Putri udah tau?” belum sempat menamatkan pertanyaan, Kiki langsung menjawab “ udah, salam katanya”
“iya” jawab Naura mengalihkan pandangannya dan meyakinkan diri, kalau keputusannya benar.
10 menit berlalu, mereka turun dari angkot tersebut dan Naura mengantarkan Kiki menuju angkot yang harus ia pakai menuju rumah teman laki-lakinya, ya,… Kiki masih terlihat bingung
“Ki, itu soto yang aku ceritain” Naura menunjuk sebuah tempat makan bertenda.
“saat ini, udah ga laper” timbalnya
“hehe…”
Setelah itu Naura menunjukkan angkot tersebut dan mereka pun berpisah, tanpa sebuah kesimpulan yang akan mereka putuskan. Sebenarnya Naura tidak mau berpisah disaat keadaannya seperti ini, tapi apa boleh buat, mereka harus berpisah, karena waktu akan terus berputar.
Naura pun teringat kepada janji Kiki yang akan memberikannya sesuatu saat mereka bertemu, supaya tambah berkesan, ternyata Kiki selalu lupa. Kembali Naura pun tersenyum. SKIP It

UNTUK KIKI
Ki, hari ini kita dapet banyak kenangan yah?!kayak dapet jackpot aja, Hehe…
Mau itu yang nyenengin bahkan musibah sekalipun, tapi Naura bersyukur, karena kita selamat dan lukanya ga terlalu serius, seneng deh bisa lihat Kiki ketawa, senyum, sedih, bingung secara langsung, ga nyangka!!!!. Oia, film yang tadi rame g? Ada gajah besar bangeeet. Trus kamu masih ingat ga cara naklukin hati perempuan yang ke 3 dari Hank? kamu bisa ga kayak gitu? Haha… *Apasih Naura -,-‘
Kamu masih inget apa yang dikatakan Romlah ke sidiq?, kalo Romlah selalu berdo’a agar sahabatnya itu mendapatkan yang terbaik dan Romlah akan ikut berbahagia karenanya. Naura pun akan melakukan hal yang sama.

Karena cinta takkan pernah salah.

Kiki, semoga kamu bahagia, kalau kamu yakin, berusahalah untuk dia. Semua akan indah pada waktunya ! Do’akan aku yah, semoga kuat! Xixixixi…
Makasih yah untuk hari ini, semoga cepat sembuh! MAAF

Temanmu,
Naura

*note : Kamu tampak lucu dengan kaca mata itu ^_^
______________________________________________________________________________________

Terimakasih buat semua OST A Crazy Liitle Thing Called Love, Akhir Cerita Cinta-Glenn Fredly, dan Afraid For Love To Fade-Chirstian Bautista. Yang ikut memberi inspirasi pada Cerita Imut kali ini (lagu-lagunya pada galause yah?! Haha).

“Cintai apa yang kamu cintai, jangan terlalu menggenggamnya, nikmati saja, hadapi dengan senyuman saat kenyataan tidak berpihak kepada kita. Apapun yang terjadi, semuanya akan baik-baik saja, percayalah : cinta itu indah”-Naura
__________
¬¬¬OST : I’ll Be Your Man-James Blunt

parakan resik, 20 Februari 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s