Catatan Romlah I

Catatan Romlah I

Lagu Fireflies-Owl City perlahan membangunkan Romlah dari tidur singkatnya, kemudian dia membuka matanya yang tampak malas untuk meninggalkan mimpi indahnya saat itu untuk meraih HP yang berada di meja kamarnya, “Pagiii”, hanya kata itu dia baca, diapun mulai tersenyum kecil, kenapa? Ya, karena Romlah sangat menyukai sapaan di pagi hari, baginya itu hal yang romantis, senyumnya tambah lebar dikala melihat nama pengirim yang jelas terbaca di layar HP, SIDIQ. Dan dia yakin hari itu pasti akan sangat menyenangkan.

Sidiq adalah teman dekat Romlah disaat mereka masih duduk di bangku SMP, entah mengapa sosok sidiq selalu membuat dia tersenyum, kesal tapi menyenangkan, hingga saat ini komunikasi yang mereka jalani cukup terawat, Sidiq adalah pribadi yang sangat menyenangkan bagi semua orang yang mengenalnya, tapi dia tetap bersikap sederhana, dan selalu terlihat tegar, Sidiq.

Rabu, 08.00 AM. Romlah bersama teman-temannya memasuki koridor sekolah menuju kelas untuk belajar, Romlah selalu terlihat selalu ceria, dia sangat mudah untuk tersenyum, sangat berbeda dengan Romlah yang dulu, yang dulu? Iya kebalikan dari Romlah yang sekarang, Silahkan simpulkan sendiri.
Hari demi hari dia jalani dengan penuh kebahagiaan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya, mungkin karena sosok seorang Sidiq, seorang sahabat yang selalu membuat dia nyaman disetiap menitnya, setiap kali mereka berkomunikasi, Romlah selalu merasakan bahwa Sidiq ada di sisinya, membuat dia semakin nyaman, disetiap pesan yang dia baca, maka disaat itulah dia tersenyum.

Romlah mulai menyadari, bahwa dia benar-benar mengagumi sosok sahabatnya itu, dia datang di saat yang tepat di saat Romlah benar-benar merasa kacau, damaged yang lebih tepat. Sempat terpikir dalam hatinya saat itu, mengapa Sidiq selalu berhasil membuat dia kembali tersenyum?, apa mungkin Sidiq menyukai Romlah? Tapi pertanyaan ini segera dia lenyapkan, karena yang dia tahu Sidiq bukan hanya seorang sahabat baginya, tapi juag untuk orang lain, setiap Romlah berterima kasih atas senyuman yang Sidiq hadiahkan, selalu ini yang Sidiq ucapkan, “ jangan berterima kasih kepada saya, berterima kasihlah kepada Allah SWT”, Romlah pun mengerti, bahwa dia harus bersyukur kepada Allah SWT, karena telah menghadiahkannya seorang sahabat di saat yang saat tepat. Terkadang, jika kata terima kasih di ucapkannya lagi, Sidiq pun menjawab dengan pasti, “Jangan berterima kasih atas sebuah kewajiban”, yah, kewajiban manusia untuk menolong sesama.

Dan sekarang, tidak ada yang Romlah khawatirkan lagi selain dia harus siap untuk kehilangan Sidiq nanti, jika Sidiq sudah menemukan perempuan spesial dalam hatinya, tapi Romlah selalu berdo’a agar sahabatnya itu mendapatkan yang terbaik dan Romlah akan ikut berbahagia karenanya. Percayalah Romlah, semua akan indah pada waktunya. Semoga.

Parakan Resik, 22 November 2011 | 07:29 AM
OST : Things Are Gonna Get Better-David Archuleta :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s