Tentang Ag

Tentang Ag

Ada yang bilang “tak kenal maka tak sayang”, mungkin ini alasan dari kebanyakan manusia saat mereka dimintai untuk menyebutkan nama ion yang ada di dunia ini.

Perkenalkan, namaku Ag+, aku adalah ion yang bermuatan positif, senang sekali, karena aku cukup terkenal di kalangan anak gaul dan berprestasi di dunia ini,alhamdulillah ya??

*popularitasku takkan pernah terkalahkan oleh Syahrini yang sesuatu itu tuu.. Aamiin !  (teruuuus??ngefeek?? Hehe…)

aku termasuk ion yang supel, karena aku suka bergaul dengan teman-temanku yang lain, seperti ion Nitrat, Iodida, klorida, dan konco-konco.

Manusia pun sering mengikutsertakan diriku dalam analisis kimia, khususnya dalam analisis yang bersifat kualitatif, seperti argentometri, ataupun reaksi pengendapan.

Aku memiliki teman ion yang tidak kalah populernya dariku, Namanya klor. Ada sesuatu ( cieeey… sesuatu, haha…) yang khas saat kami bereaksi, kami membentuk endapan berwarna putih. Walaupun ada cerita kelam yang sempat membayangi hari-hariku. Dan ini selalu terulang. Begini :

Pada waktu itu (ayoo kapan hayooo? Hhaha..), aku dan ion nitrat (No3) menjalin sebuah hubungan yang spesial. hubungan kami (AgNO3) baik-baik saja, bahkan nyaris sempurna, karena di dalam botol itu hanya ada kami berdua. Hingga pada suatu hari, seorang assisten laboratorium di Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia meletakkan sebuah botol berisi larutan lain tepat di samping botol kami, artinya kami memiliki tetangga baru, pertanyaannya adalah, siapakah tetangga kami itu??…

Aku terhenyak saat melihat assisten lab menempelkan sebuah label bertuliskan HCl pada botol itu. Ternyata Hidrogen Klorida-lah tetanggaku!!!. Seketika ingatanku kembali meruak muncul ke permukaan, di balik botol coklat itu aku melihat hidrogen dan klorida sedang menikmati setiap waktu yang mereka miliki. Ingin rasanya aku kembali kepada Klor, mengulang semuanya kembali, karena aku merasa lebih stabil jika bersamanya.  tapi apa daya, hubungan mereka terlalu kuat. Mereka asam yang kuat. Aku mulai menyerah.

Esoknya, tepat jam 09.00 pagi, para praktikan sudah bersemangat memasuki laboratorium kimia. Aku memperhatikan seorang praktikan menghampiri kami larutan AgNO3, memipet  dan memasukkan kami kedalam tabung reaksi yang kering dan bersih sekali, dengan hitungan detik, aku melihat praktikan itu memipet larutan hidrogen klorida, aku menatap  larutan itu, aku memperhatikan klor, dan klor pun memperhatikanku, kami saling menatap, dan tersenyum satu sama lain. “Kami ingin direaksikan”, ucap mereka dalam sanubarinya

beberapa detik kemudian, praktikan itupun mempertemukan kami, tanpa penghalang kaca coklat seperti kemarin, kami berjabat tangan dan tanpa disadari kami pun bereaksi. Perlahan rasaku terhadap klor hadir kembali dan klor pun merasakan hal yang sama, itu terlihat saat kami berjabat tangan dengan waktu yang lama, saling menatap, dan kami pun saling tersipu malu. Di sisi lain, Hidrogen dan nitrat mulai membaca apa yang kami rasakan. Cinta lama bersemi kembali.  Dan kami beruntung, hidrogen dan nitrat rela untuk mengerti.

Akhirnya aku bereaksi dengan klor, kami stabil !!

 AgNO3 + HCl  → AgCl (endapan putih) + H+ + NO32-

seketika terbentuklah endapan putih yang menandakan kebersamaan yang telah lama kami rindukan.Sayang sejuta malang, meskipun Hidrogen dan Nitrat juga pernah memiliki hubungan yang spesial sebelumnya, tapi mereka memilih untuk tetap sendiri, tidak terikat. aku yakin, tanpa terikat pun mereka masih bisa stabil. Mungkin karena nitrat tidak akan sanggup lagi dengan sikap hidrogen yang di cap playsur (unsur playboy) di republik sistem periodik unsur.

Aku memandang Nitrat dengan tatapan kosong, Nitrat membalasnya dengan sebuah anggukan. Nitrat memang Anion yang baik, tapi maafkan aku Nit,,. Lingkungan yang membuatku begini. *jangan nangis… jangan nangiss.

Aku mendengar Nitrat menyanyikan lagu “jangan memilih aku” dari Anang-Syahrini. Sambil menatapku setajam silet. Sedangkan Hidrogen memilih untuk bernyanyi  “separuh jiwaku pergi” di dalam sanubarinya -Anang. Galau semuaa…

Nitrat, semoga kamu mengerti

*sedih maksimal, namun apa daya.

_______________________________________________________________________________________

Parakan Resik, 14 Maret 2012 | 10:37 pm

Sambil nguap, sambil kesel juga karena wordpress-nya error teruss, tapi… thanks wordpress! You press me up🙂

Salam Semuth ^_<

2 thoughts on “Tentang Ag

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s